Amazing Grace
アメイジング・グレイス -What color is your attribute?
Amazing Grace -What color is your attribute?-
Amazing Grace -What color is your attribute?- complete sound album
- Catalog Number: LSRC-051
- Release Date: Nov 30, 2018
- Label: luminouscore
- Publisher: marble sky records
Cerita
Rubens - The Judgment of Paris
「──黄金の林檎」
"Apel Emas"「それは、最も美しいとされる女神に贈られる不死の食べ物」
"Itu adalah makanan abadi yang diberikan kepada dewi yang paling cantik."「しかし3人の女神ユノ、ミネルヴァ、ヴィーナスは自らが一番美しいと譲りませんでした。そこで林檎の行方は羊飼いパリスへと委ねられます」
"Namun ketiga dewi, Juno, Minerva, dan Venus, tidak mau mengalah dan mengklaim diri merekalah yang tercantik. Akhirnya, nasib apel itu dipercayakan kepada gembala Paris."「パリスは公明正大な判断で、その3人から最も相応しい相手を選ぶことになります」
"Paris akan menggunakan penilaian yang adil untuk memilih pasangan yang paling cocok dari ketiganya."「この絵はそんな様子を描いた《パリスの審判》──17世紀、ルーベンスによって描かれた油彩画です」
"Gambar ini menggambarkan 'Judgment of Paris', lukisan cat minyak karya Rubens pada abad ke-17."「アトリビュートとは、事物を象徴する持物。」
Atribut adalah benda-benda yang melambangkan sesuatu.「まだ何も描かれていないキャンバスは、果たしてどんな色で染まるのだろうか。」
"Dengan warna apa kanvas yang masih kosong itu akan diwarnai?"
Baiklah, kisah ini akan dimulai dari kanvas putih ini.
Aku mendengar suara samar masuk ke dalam pikiranku. Ada cahaya seperti kunang-kunang bergerak di depan pengelihatanku. Mataku sangat kabur, seluruh tubuhku terasa sakit. Rasanya begitu kuat hingga aku merasakan seluruh isi tubuhku ingin keluar.
Lalu...
Aku melewati hutan, aku membuka mata, dan di sana...
Ada sosok "malaikat" yang sedang bernyanyi.
Tidak, sebagai manusia, pemandangan itu sangat misterius dan fantastis sehingga aku bahkan tidak bisa menganggapnya hal yang biasa. Mungkin karena tubuhku yang penuh luka, nyanyian itu terdengar seperti terompet yang datang dari surga.
「──ここ、は……」
"Ini... dimana...?"
Banyak warna seperti permata berkilau dari segala arah. Butuh waktu lama bagiku untuk menyadari bahwa itu bukan mimpi, tetapi kenyataan. Danau luas yang tampak hijau tua, teratai merah dan langit biru, serta bunga es tak terhitung jumlahnya mekar putih di atas kanvas yang menggambarkan sesuatu yang tidak wajar.
Kontras warna yang mempesona membuatku kehilangan kata-kata. Terlebih lagi, sosok gadis yang berdiri itu tampak seperti operator yang memainkan semua ini.
「綺麗……だ……」
"Indah... sekali..."
Pemandangan seperti di surga, mau tak mau aku berharap di suatu tempat di dalam hatiku bahwa aku ingin melihat pemandangan itu bahkan sampai tubuh ini membusuk. Karena, lihat... jika ini Taman Firdaus, dia pasti Eva.
Lalu tubuhku yang lemah itu pun terjatuh dan aku tak sadarkan diri. Begitu saja, aku mengucapkan selamat tinggal pada dunia dan kehidupan ini──
「……? 誰──?」
"...? Siapa...?"
Sepertinya itu tidak berjalan sesuai rencana.
「ちょ、ちょっとー。だ、大丈夫ー?」
"Hei, tunggu sebentar. Hei, kamu baik-baik saja?"
Sepertinya gadis itu memperhatikanku dan bergegas mendekat. Aku bisa merasakan tangannya di belakang kepalaku.
「まあたいへん。こんなに傷だらけ」
"Yah, ini parah sekali. Penuh bekas luka."
「おお。あなたは一体どうしてしまったの?」
"Ah, apa yang sebenarnya terjadi padamu?"
「……わから、ない」
"......tidak tahu."
Karena aku tidak punya banyak waktu untuk berpikir, aku menjawabnya dengan reflek. Bahkan saat dia melakukan ini, kulit dan kakiku berdenyut sakit. Kata-kata gadis itu tidak salah.
「じゃあ──どうしてあなたは、ここに来たの?」
"Lalu mengapa kamu datang ke sini?"
Aku mencoba menjawab, tetapi kesadaran melayang meninggalkan kepalaku.
Episode 1 Part 1
Sebuah suara bergema di pikiranku. Dari suatu tempat, ada suara lembut yang terdengar nostalgia, tapi aku tidak tahu siapa itu. Seolah menanggapi panggilan itu, perlahan kesadaranku muncul. Ini seperti bangun dari tidur nyenyak...
Sendiku sakit──Apa yang telah aku lakukan? Ini dimana? Aku tidak ingat apa-apa... Tidak, seharusnya tidak...
Saya terkejut mendengar suara-suara selain suaraku sendiri di dekatku. Sepertinya aku sedang berbaring di tempat tidur dan seseorang duduk di sisiku. Sebelumnya aku terbangun di hutan. Lalu aku mengingat ingatan terakhir sebelum pingsan. Kalau dipikir-pikir, pada waktu itu aku juga bertemu dengan seorang gadis...
「き、君は……あの時に歌ってた?」
"K-Kamu... apakah kamu yang bernyanyi saat itu?"
Ternyata bukan dia. Lalu gadis itu memperkenalkan dirinya.
Karakter
Sakuya (サクヤ)
"Adik kelas yang baik, pendiam, namun agak nakal."
- Tinggi: 161cm
- Ukuran: 91 (E cup) - 63 - 85
- Ciri: Rambut merah muda panjang diikat dua, mata ungu.
- Hobi: Membuat pakaian.
- Seiyuu: Fujisaki Usa
Yune (ユネ)
"Teman sekelas yang baik, kekanak-kanakan, dan polos."
- Tinggi: 159cm
- Ukuran: 81 (B cup) - 62 - 84
- Ulang Tahun: 25 Desember
- Ciri: Rambut biru panjang dikuncir dua, mata merah delima.
- Hobi: Menyanyi.
- Seiyuu: Tsukishiro Mahiru
Saat itu Sakuya memanggil Yune (seniornya). Ternyata bukan cuma Sakuya yang menyelamatkanku, melainkan Sakuya bersama seniornya itu yang membawaku ke sini (asrama perempuan).
「ユーネーせーんぱーい! 片乳首が目ぇ覚ましましたよ~!」
"Yune Senpai! Satu puting sebelah sudah bangun, ini loh~!"
Saat kembali melihat Yune, kepalaku pusing. Petir seolah menyambar kepalaku. Suara yang pernah kudengar. Rambut panjang yang familiar. Aku baru ingat, dia adalah gadis yang kutemui di hutan──Tidak lain dan tidak bukan dia adalah orang yang berdiri di sana dengan aura yang membuatnya tampak seperti bidadari.
Gadis yang menyebut dirinya "Yune" mengatakan itu sambil meletakkan tangannya di dadanya dan menghela nafas lega. Dari ungkapan itu, terlihat kelegaan yang serius dan kegembiraan yang mendalam. Sepertinya dia yang telah membantuku. Aku mengucapkan terima kasih kepada mereka.
Saat aku bertanya kapan hari ini, ternyata "28 November, hari Rabu". Kupikir sekarang masih Januari. Ini akhir November... tapi sudah musim dingin. Sulit untuk mengatakannya karena ini ruangan ber-AC, tetapi memang benar danau itu sangat dingin sebelumnya.
Saat saling bercakap dengan Sakuya dan Yune, aku mulai menyadari banyak ingatanku yang hilang, mulai dari ulang tahun, umur, sampai apa itu smartphone. Saat aku mengambil handphone di saku dan menjelaskan tentang telepon, mereka tidak tahu sama sekali. Tapi aku tidak bisa menghilangkan perasaan aneh ini.
「シュウ」
"Shu"
Shu... hmm bener sih. Tapi ada yang sedikit mengganjal. Kurasa ada yang kurang. Aku memang Shu, tapi masih ada yang kurang.
「オンネトー」
"Onneto"
Tempat di mana aku pingsan dan Yune serta Sakuya menyelamatkanku. Saat itu Yune sedang berlatih menyanyi di Onneto, dia selalu rutin berlatih di sana karena sepi dan indah. Saat berlatih, dia melihat Shuu yang terbaring di tanah dengan luka-luka. Karena Yune tidak bisa membawa Shuu sendiri, dia memanggil Sakuya dan membawanya ke asrama perempuan lantai 3, lebih tepatnya kamar Yune.
Entah itu Onneto atau tempat lain, tidak ada dalam ingatanku. Saat aku bertanya kepada mereka berdua, mereka juga tidak mengenalku. Bukan berarti aku melupakan mereka berdua kan? Tetapi aku tidak ingat banyak hal. Malah, apa yang ku ingat? Mungkin aku kehilangan ingatan, tapi aku juga tidak tahu tentang Onneto ataupun asrama.
「シュウ──あなたはもしかしたら、“外”から来たんじゃない?」
"Shu ── mungkin kamu berasal dari 'luar'?"
Luar? Luar desa? Itu kata yang sederhana, tapi kata-kata Yune sepertinya lebih dari itu. Saat itu kembali muncul kalimat di dalam kepalaku, "Aku adalah makhluk dari luar". Entah apa maksudnya, aku sama sekali tidak paham.
Saat aku bertanya tentang "luar", Yune mengajakku ke atas untuk melihat pemandangan kota. Bukan ke bawah, tapi naik ke atas loteng tempat Menara Jam berdiri di atas asrama.
「見て──ここが私たちのいる“町”。もちろん知ってる──よね?」
"Lihat── ini adalah kota kami. Tentu saja kamu tahu── kan?"
Jika kamu melihat ke bawah, kamu bisa melihat banyak atap berwarna-warni. Ada deretan bangunan bata yang mengingatkan pada abad pertengahan. Di atas segalanya, kubah katedral memiliki kehadiran yang kuat, memberikan kesan bahwa ini adalah negara asing.
Hal pertama yang kusadari adalah tembok menjulang tinggi yang ada di sekeliling kota. Tidak peduli apakah kamu melihat ke kanan atau kiri, tidak ada celah──"tembok" itu menjulang seolah menutupinya. Itu sangat tinggi dan berkilauan seperti kristal, sepertinya memantulkan pemandangan di sekitarnya.
「知らないんだ──やっぱり」
"Kamu tidak tahu ya── ternyata."
Yune menjelaskan bahwa tembok itu adalah Aurora (Aurora「オーロラ」). Arti kata dan benda yang kulihat tumpang tindih dengan sempurna. Benar, tempat ini disebut kota ("Machi") dari dulu. Kota yang dikelilingi aurora. Itulah satu-satunya dunia yang mereka tinggali.
「だけどもしかしたら、あなたはそうじゃないのかも──って。思った」
"Tapi mungkin kamu tidak sama── kupikir begitu."
Saat dia menggumamkan itu, wajahnya terlihat bahagia, tapi dia juga terlihat sedikit ketakutan.
Dari bawah, terdengar suara Sakuya. Dia berkata kalimat itu adalah tabu. Membahas apa yang ada di luar aurora adalah dilarang. Karena sejak kecil kita semua dilarang untuk memikirkannya. Tapi semuanya... jauh di lubuk hati berpikir, ada apa di luar sana?
Saat kudengarkan penjelasan Yune, dan sedikitpun tidak ada dalam ingatanku, mungkin benar aku berasal dari "luar". Tapi aneh juga ada orang yang bisa melewati aurora itu. Tidak ada seorangpun yang bisa keluar atau masuk dari sana. Dengan memanjat saja sudah mustahil, apalagi sebelum aurora terdapat sungai Onneto yang indah; sungai itu terdapat zat sam yang dapat melelehkan tubuh sampai ke tulang. Jadi bagaimanapun, tidak ada jalan untuk masuk atau keluar.
Saat kutanyakan tinggi aurora, bukan dijawab meter tapi malah dijawab 18 Hyde. Tinggi satu Hyde sama dengan tinggi satu patung Daud (1 Hyde = 156cm), jadi tinggi aurora adalah 28,08m. Meski aneh, di kota ini tidak ada satuan meter untuk mengukur tinggi. Mereka mengukur tinggi dengan satuan Hyde dan mengukur jarak dengan Rycle.
Jika ini adalah dunia yang tidak kuketahui, kurasa tidak aneh jika ada satuan yang berbeda.
Setelah pusing dengan pengetahuan umum dunia ini yang tidak umum di dunia nyata, akhirnya aku diajak keliling kota. Pemandangan distrik perbelanjaan sangat hidup, banyak pejalan kaki dan kereta kuda lalu-lalang. Saat itu Yune menjelaskan tentang kota, mulai dari jalan umum dan asrama St. Aleia.
Saat itu kepalaku kembali sakit. Oh iya, "sekolah". Aku mengingat prediksi sebelumnya. Yune adalah murid St. Aleia tahun ke-2 kelas Apel. Padahal aku tidak tahu tentang asrama tapi tahu tentang kelas Yune.
Oleh sebab itu akhirnya aku dipandu keliling kota sembari menuju ke sekolah St. Aleia. Ini adalah hubungan yang belum pernah kami temui... tapi kupikir mereka adalah gadis-gadis yang bisa kupercaya.
「まずはね。ここが商店街。屋台がいっぱいあるの」
"Pertama-tama, ini adalah distrik perbelanjaan. Ada banyak kedai makanan."
Sekolah semakin dekat. Melihat kembali jalan yang telah kulalui, aku bisa melihat menara jam yang menjulang tinggi di depanku.
「ここが、私たちの通う学び舎」
"Inilah sekolah tempat kita belajar."
Sei Areia Gakuin (St. Aleia Academy)
Saat kami berbelok di tikungan, sebuah gerbang mewah menyambut kami bertiga. Ini adalah sekolah—jauh lebih spektakuler dan megah daripada gambaran yang muncul di benakku. Bangunan ini seperti museum seni... aku merasa itu adalah bangunan yang tidak pernah aku ingat. Saat sampai di sekolah menengah Aleia, tidak ada satupun ingatan yang muncul. Jadi aku diajak masuk ke dalam oleh Yune.
Melewati gerbang, sebuah halaman dengan air mancur singa yang cantik menanti. Saat itu Yune berbisik kepada Sakuya dan memintaku menunggu di taman sekolah. Lalu Yune bersama Sakuya pergi ke tempat guru untuk membicarakan masalah Shuu.
Tentu saja, keberadaanku adalah kejadian aneh dan ketidakteraturan ketika mensintesis cerita selama ini. Baik Yune dan Sakuya baik padaku, tapi itu pasti masalah yang harus dinilai oleh orang dewasa. Menatap langit biru, aku terlempar ke dunia tertutup dari dunia luar. Mungkin keberadaanku mengganggu budaya dan ketertiban kota ini, dan mungkin diriku adalah keberadaan yang harus dihilangkan.
Yah... tidak aneh jika aku dibunuh. Situasi seperti mimpi terus berlanjut, jadi saya pikir itu adalah masalah orang lain. Di saat aku berpikir seperti itu...
「おーいこっちだこっち、全員集合ーっ」
"Hei, ke sini, ke sini, semuanya berkumpul!"
Dari arah berlawanan, aku mendengar suara-suara bernada tinggi dan langkah kaki yang ramai. Sekelompok lebih dari sepuluh orang mulai menurunkan barang bawaan mereka di tempat. Mereka memakai seragam yang sama dengan Yune dan yang lainnya, jadi mereka pasti murid di sini.
Aku mengamati situasi sambil melangkah mundur. Kenapa ya? Aku punya firasat buruk tentang itu. Saya pikir lebih baik tidak terlibat...
「じー……」
"Ji..."
Ah ketahuan... aku bukan orang yang mencurigakan, kan? Aku merasa seperti orang yang sangat mencurigakan.
Mereka perlahan mulai mendekatiku. Gadis itu masih kecil bahkan ketika dia datang di depanku, dan dia menatapku dari sekitar satu kepala di bawah.
「おまえだ!」
"Dirimu deh!"
Gadis itu memintaku menjadi pemain peran utama dan meraih tanganku yang kebingungan dengan paksa, membawaku ke grup. Kata-kata yang keluar dari mulutnya sangat aneh. Gadis itu memperkenalkan dirinya.
Kirie (キリエ)
"Sutradara film yang cerdas dan pandai berakting."
- Tinggi: 153cm
- Ukuran: 75 (A cup) - 60 - 78
- Ciri: Rambut pirang pendek dengan poni kiri kanan.
- Hobi: Membuat film.
- Seiyuu: Sakurada Beni
Kirie adalah sutradara film yang sedang merekrutku menjadi pemain tokoh utama. Saat ditanya, banyak yang berkata "Menurutku itu bagus." Terlalu banyak percakapan yang di luar kecepatan akal normal.
Kotoha (コトハ)
"Senior, kekanak-kanakan, dan pengelola asrama putri."
- Tinggi: 166cm
- Ukuran: 87 (C cup) - 66 - 88
- Ciri: Rambut ungu panjang ikat poni.
- Hobi: Menggambar.
- Seiyuu: Yomogi Souffle
Cewek yang ditunjuk Kirie adalah Kotoha. Di depan jari Kirie ada seorang wanita cantik dan ramping. Cantik memang. Lalu wanita cantik itu menghampiriku.
「キリエのわがままに付き合わせてすまない。事情はいま話した通りで、映画を撮るにあたっての演者がいないんだ」
"Aku minta maaf harus berurusan dengan keegoisan Kirie. Situasinya seperti yang baru saja kukatakan padamu, dan tidak ada aktor untuk syuting film."
Ini adalah aktris... dia memang cantik, tapi... aku merasa ini adalah masalah yang berbeda. Tidak seperti Kirie, dia setinggi diriku. Itu adalah aura yang sepertinya menelanmu entah bagaimana. Apakah hanya imajinasiku bahwa untuk sesaat sepertinya keduanya melakukan kontak mata?
Wajah aktris bernama Kotoha bercampur dengan wajah sedih, membuatku merasa bersalah. Karena melihat wajah sedih itu membuatku menyetujui untuk menjadi aktor utama. Itu hanyalah akting menangis (tipuan) agar aku mau berakting.
Setelah masalah syuting film selesai, akhirnya Yune dan Sakuya kembali lalu aku dibawa menuju Kapel. Saya menunjuk ke sebuah bangunan mirip gereja yang bisa saya lihat dari sini. Di sana, Sister Lili menungguku.
Lampu warna-warni yang masuk melalui kaca patri yang berkilauan mengubah dunia tengah hari menjadi ruangan yang fantastis. Di depan lampu sorot itu, sosok orang suci yang berdoa di salib bersinar terang.
「シュウ様──ですね」
"Shu-sama── benar kan."
Sister Lili (シスター・リリィ)
"Biarawati, guru, dan penjaga asrama yang serius."
- Tinggi: 167cm
- Ukuran: 84 (B cup) - 64 - 88
- Ciri: Rambut coklat dengan poni runcing.
- Seiyuu: Asami Sanada
Aku tahu tanpa diberitahu bahwa orang ini adalah Lily. Aku masih tidak tahu siapa dia sebenarnya, tapi aura yang kurasakan bahkan hanya dengan menghadapinya membuatku menganggapnya sebagai orang yang jujur.
「俺は“外”から来ました」
"Aku datang dari luar."
Itu sebabnya aku juga memberi tahu dia apa yang aku tahu. Lily menyebut dunia luar sebagai dunia terlarang.
「“外”はどんな世界でしたか」
"Dunia macam apa yang ada di luar?"
Kata-kata itu keluar dari mulut Lily, tetapi aku tidak dapat menjawabnya. Tapi kejadian ini mungkin bukan kebetulan. Datang dari dunia luar dan tidak memiliki ingatan mungkin merupakan hubungan sebab akibat yang tak terelakkan setelah melintasi Aurora. Lily mengatakan bahwa keduanya mungkin merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan.
“Apakah karena kamu datang ke sini sehingga kamu tidak mengingat ingatanmu sebelumnya…?”
“Benar—melampaui Aurora berarti melampaui dunia, begitulah.”
"Mungkin ada hal-hal seperti ingatan dunia lain yang tidak bisa dibawa."
Lalu aku masuk ke dalam sekolah St. Aleia kelas 2 Apel bersama Yune. Kami kembali ke asrama untuk membicarakan kepada pengurus asrama tentang kamar untukku tinggal. Sesampainya di asrama, kami bertemu pengelola asrama.
Gidou (ギドウ)
"Kakak kelas, pengelola asrama laki-laki, tegas, dan suka bermain game aneh."
- Tinggi: 181cm
- Ciri: Rambut biru pendek, mata biru.
- Seiyuu: Honma Kaina
Seorang pria──tidak, ada seorang cabul! Itulah kesan pertamaku. Otot berat yang mengilap menoleh ke arah kami dengan tatapan bingung. Rupanya, pria yang sulit diketahui apakah dia mengenakan seragam ini atau tidak adalah Gidou-senpai.
Gidou-senpai menyuruhku duduk di kursi menghadapnya saat aku menyebutkan namaku. Dia mengajakku bertanding game mirip catur bersamanya, tapi sebelum itu terjadi Kirie memaksa Gidou untuk mengenakan bajunya.
Akhirnya Gidou bisa diajak bicara dengan normal dan aku menyelesaikan masalah kamar dengannya. Aku mendapatkan kamar di asrama lantai 2. Asrama ini memiliki 4 lantai, lantai 1 dan 2 adalah asrama laki-laki, dan lantai 3 dan 4 adalah asrama wanita. Jadi para laki-laki dilarang naik ke lantai 3 ke atas. Yang unik dari kamar asrama ini, semua menggunakan kunci suara dan scan jari, tidak menggunakan kunci biasa ataupun kode.
Karakter Tambahan
Youji (ヨウジ)
- Tinggi: 172cm
- Ciri: Rambut oranye pendek runcing, mata oranye.
- Peran: Teman sekelas.
- Seiyuu: Sekitoba
Youji adalah teman dekat Shuu nantinya di kelas. Dia akan menjadi teman curhat sampai mengajarkan hal-hal normal di dunia itu.
Tenchou (店長)
- Tinggi: 169cm
- Ciri: Rambut coklat pendek, mata coklat.
- Peran: Penjaga toko kelontong.
- Seiyuu: Kinoshita Kuwagatamaru
Tenchou adalah penjual barang apa saja yang berjualan di distrik perbelanjaan, mulai dari makanan ringan, majalah, perabotan, alat menggambar, pensil, film jadul, kostum, dll. Bisa order juga, silakan catat nomornya 089XXXXXX.
Rinka (リンカ)
- Tinggi: 165cm
- Ukuran: 85 (B cup) - 66 - 90
- Ciri: Rambut merah pendek ikat poni samping, mata hitam.
- Hobi: Bebas dan suka berpetualang.
- Seiyuu: Sagami Ren
Mungkin kalau Rinka tidak perlu kujelaskan karena nanti kena spoiler, jadi kalian tonton saja di dalam gamenya.
Kehidupan yang damai di kota yang aneh diselimuti oleh aurora, akankah musibah datang?
Akankah keajaiban atau Amazing Grace akan menghampiri kota ini?
Di Natal ini seluruh kisah ini akan dimulai, di mana Natal yang tidak akan berakhir terus berlalu...
Komentar
Posting Komentar